BREAKING NEWS

AHLUL BAIT NABI SAW: KESAKSIAN-KESAKSIAN AHLUS SUNNAH, SMS +6281809556588

Jumat, 05 Mei 2017

Keturunan Rasulullah SAW


"Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (keturunannya)" (Al-Kautsar : 1-3)

Ayat ini turun berkaitan dengan pernikahan Fathimah Az-Zahra' dengan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s., dan juga sebagai jawaban atas tuduhan bahwa keturunan Rasulullah SAW terputus. Jadi, yang dimaksud dengan "nikmat yang banyak" adalah Rasulullah SAW memiliki keturunan yang banyak dan baik melalui Fathimah Az-Zahra' dan Amirul Mukminin a.s. Keturunan itu adalah para imam a.s. yang akan membimbing manusia menuju ketaatan dan keridhaan Allah. Adapun yang dimaksud dengan "orang yang membencimu dialah yang terputus" adalah orang yang beranggapan bahwa Rasulullah SAWW tidak memiliki keturunan.

Penafsiran ini dapat Anda baca dalam buku-buku berikut:
1. Tafsir Fathul Qadīr, karya Asy-Syaukani, juz 30, hal. 504.
2. Tafsir Gharā`ibul Qurān(catatan pinggir) Majma'ul Bayān, juz 30, hal. 175.
3. Tafsir Majma'ul Bayān, karya Ath-Thabarsi, juz 30, hal. 206, cet. Darul Fikr, Beirut.
4. Nūrul Abshār, karya Asy-Syablanji, hal. 52, cet. Darul Fikr, tahun 1979 M.
5. Al-Manāqib, karya Syahr-asyub, juz 3, hal. 127.

(Ahlulbaytku/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Dua Lautan Yang Bertemu, Membuahkan Mutiara dan Marjan


"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Di antara keduanya terdapat pembatas yang tidak akan dapat saling menembus. Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan" (Ar-Rahman : 19-22)

Yang dimaksud dengan "dua lautan" adalah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra a.s., yang dimaksud dengan "mutiara" adalah Imam Hasan a.s. dan yang dimaksud dengan "marjan" adalah Imam Husein a.s. Penafsiran ini dapat anda baca di dalam:
1. Tafsir Rūhul Ma'ānī, karya Al-Alusi, juz 27 hal. 93, cet. Mesir.
2. Ad-Durul Mantsūr, karya Jalaluddin As-Suyuthi, juz 6, hal. 143, cet. Mesir.
3. Yanābī'ul Mawaddah, karya Syaikh Sulaiman Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 408, cet. Istambul.
4. Al-Manāqibul Murtadhawiyah, karya Al-Kasyafi Al-Hanafi.
5. Miftāhun Najāh, karya Al-Badkhasyi, hal. 13.
6. Maqtqlul Husein a.s., Al-Kharazmi, hal. 112, cet. Najaf.
7. Tadzkiratul Khawwāsh, karya As-Sibth bin Al-Jauzi, hal. 54, cet. Al-Ghira.
8. Al-Manāqib, karya Ibnu Thalhah Asy-Syafi'i, hal. 212.
9. Al-Manāqib, karya Ibnu Syahr-asyub, juz 3, hal. 111, cet. Najaf.
10. Tafsir Majma'ul Bayān, karya Ath-Thabarsi, juz 27, hal. 91.
11. Ihqāqul Haqq Wa Izhāqul Bāthil, karya Nurullah Al-Huseini, juz 9.

(Ahlulbaytku/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Kebencian Munafikin Terhadap Ali bin Abi Thalib a.s.


"Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengetahui mereka dengan tanda-tanda (yang ada pada) mereka. Dan kamu akan benar-benar mengenal mereka dari cara bicara mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kalian" (Muhammad : 30)

Ayat ini berkaitan dengan munafikin yang membenci Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ibnu Mas'ud berkata: "Kami tidak mengenal orang-orang munafik pada zaman Rasulullah SAW kecuali melalui kebencian mereka terhadap Ali bin Abi Thalib." Riwayat ini dan hadis-hadis lain yang semakna dengannya dapat Anda baca di dalam :
1. Ad-Durrul Mantsūr, karya As-Suyuthi juz 7, hal. 504.
2. Al-Manāqib, karya Al-Maghazili Asy-Syafi'i, hal. 315.
3. Kanzul 'Ummāl, bab Fadhā`il Ali bin Abi Thalib, juz 6, hal. 294.
4. Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 129. Ia meriwayatkan dari Abu Dzar r.a. bahwa ia berkata: "Kami tidak mengenal orang-orang munafik kecuali melalui kedustaan mereka atas nama Allah dan Rasul-nya, keingkaran mereka terhadap shalawat, dan kebencian mereka terhadap Ali bin Abi Thalib r.a." Al-Hakim berkata: “Hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim, tetapi keduanya tidak meriwayatkannya”.
5. Ash-Shawā'iqul Muhriqah, karya Ibnu Hajar, hal. 177.
6. Dalā`ilus Shidq, karya Al-Muzhaffar, juz 2, hal. 155.
Hadis Tentang Pintu Ilmu dan Hikmah

Rasulullah SAWW bersabda: "Aku adalah kota ilmu dan Ali pintuya, maka siapa yang menghendaki ilmu, hendaknya ia mendatanginya dari pintunya." Hadis ini terdapat di dalam :
1. Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi'i, juz 2, hal. 464, hadis ke : 984, 985, 986, 987, 988, 989, 990, 991, 992, 993, 994, 995, 996 dan 997.
2. Syawāhidut Tanzīl, karya Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 334, hadis ke 459.
3. Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 16 dan 127; ia mengatakan hadis ini shahih.
4. Usdul Ghābah, juz 4, hal. 22.
5. Manāqib Ali bin Abi Thalib, karya Ibnu Al-Maghazili Asy-Syafi'i, hal. 80, hadis ke : 120, 121, 122, 123, 124, 125 dan 126.
6. Kifayatut Thālib, karya Al-Ganji Asy-Syafi'i, hal. 187, cet. Al-Haidariyah; hal. 79, cet. Al-Ghira.
7. Al-Manāqib, karya Al-Kharazmi Al-Hanafi, hal. 40.
8. Nizhām Duraris Simthain, karya Az-Zarnadi Al-Hanafi, hal. 113.
9. Yanābī'ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 65, 72, 179, 182, 210, 234, 254, 282, 407, dan 40, cet. Islambul; hal. 211, 217, 248, 278, 303, dan 338, cet. Al-Haidariyah.
10. Tārīkhul Khulafā`, karya As-Suyuthi, hal. 170.
11. Is'āfur Rāghibīn (catatan piggir) Nūrul Abshār, hal. 140, cet. Al-'Utsmaniyah; hal. 154, cet. As-Sa'idiyah; hal. 174, cetakan yang lain.
12. Tadzkiratul Khawwāsh, karya As-Sibth bin Al-Jauzi Al-Hanafi, hal. 47 dan 48.
13. Maqtalul Husein a.s., karya Al-Kharazmi Al-Hanafi, juz 1, hal. 43.
14. Fathul Mulk Al-'Āli, karya Al-Maghribi, hal. 222, 23, 24, 28, 29, 40, 41, 42, 43, 44, 54, 5, dan 57, cet. Al-Haidariyah; hal. 3, 4, 5, 14, 15, dan 16, cet. Al-Islamiyah, Al-Azhar. Ia mensahihkan hadis tentang "Pintu ilmu adalah Ali".
15. Faydhul Qadīr, karya Asy-Syaukani, juz 3, hal. 46.
16. Al-Istī'āb (catatan pinggir) Al-Ishābah, juz 3, hal. 38.
17. Mīzānul I'tidāl, karya Adz-Dzahabi, juz 1, hal. 415; juz 2, hal. 251; juz 3, hal. 182.
18. Syarah Nahjul Balāghah, karya Ibnu Abil Hadid, juz 7, hal. 219, cet. Mesir, dengan Tahqiq Muhammad Abul Fadhl; juz 2, hal. 236, cet. Beirut.
19. Dzakhā`irul 'Uqbā, hal. 77.
20. Jami'ul Ushūl, juz 9, hal. 473, hadis ke 6789.
21. Fadhā`ilul Khamsah, juz 2, hal. 250.
22. Al-Ghadīr, karya Al-Amini, juz 6, hal. 61-81.
23. Kanzul 'Ummāl, juz 15, hal. 129, hadis ke 378, cet. kedua.
24. Al-Fathul Kabīr, karya An-Nabhani, juz 1, hal. 276.
25. Al-Jāmi'us Shaghīr, karya As-Suyuthi, juz 1, hal. 93, cet. Al-Maimaniyah; juz 1, hal. 364, hadis ke 2705, cet. Mushthfa Muhammad.
26. Muntakhab Kanzu 'Ummāl (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5 hal. 30.
27. Ar-Riyādhun Nādhirah, juz 1, hal. 255, cet. Kedua.
28. Farā`idus Simthain, juz 1, hal. 98.
29. Dan kitab-kitab yang lain bahkan berpuluh-puluh kitab yang secara khusus disusun untuk hadis ini, antara lain Abaqātul Anwār, juz 5, cet. Al-Hindi. Kitab ini disusun khusus untuk hadis ini. Fathul Mulk Al-'Āli, karya Al-Maghribi, dengan menshahihkan hadis tentang "Pintu ilmu adalah Ali", cet. Mesir dan Najaf, dan kitab-kitab lainnya.


Rasulullah SAWW bersabda: "Aku adalah rumah hikmah dan Ali adalah pintunya." Hadis ini terdapat di dalam:
1. Shahih Tirmidzi, juz 5, hal. 301, hadis ke-3807.
2. Hilyatul Awliyā`, juz 1, hal. 63.
3. Manāqib Ali bin Abi Thalib, karya Al-Maghazali Asy-Syafi'i, hal. 87, hadis ke-129.
4. Fathul Mulk Al-'Āli, karya Al-Maghribi, hal. 22 dan 23, cet. Mesir; hal.: 45, 53, dan 55, cet. Al-Haidariyah.
5. Is'āfur Rāghibīn(catatan pinggir) Nūrul Abshār, hal. 140, cet. Al-'Utsmaniyah; hal. 154, cet. As-Sa'idiyah.
6. Dzakhā`irul 'Uqbā, hal. 77.
7.Ash-Shawā'iqul Muhriqah, karya Ibnu Hajar, hal. 120, cet. Al-Muhammadiyah; hal. 73, cet. Al-Maimaniyah.
8.Yanābī'ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 71 dan 183, cet. Istambul; hal. 81 dan 211, cet. Al-Haidariyah.
9. Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir, juz 2, hal. 459, hadis ke-983.
10. Fadhā`ilul Khamsah, juz 2, hal. 248.
11. Kunūzul Haqā`iq, karya Al-Manawi, hal. 46, cet. Bulaq; hal. 37, cet. yang lain.
12. Mashābīhus Sunnah, karya Al-Baghawi, juz 2, hal. 275.
13. Ar-Riyādhun Nādhirah, juz 2, hal. 364, hadis ke-255, cet. Al-Maimaniyah; juz 1, hal. 364, hadis ke-2704, cet. Musthafa Muhammad.
14. Muntakhab Kanzul 'Ummāl (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 30.
15. Al-Fathul Kabīr, karya An-Nabhani, juz 1, hal. 272.
16. Farā`idus Simthain, juz 1, hal. 99.

Rasulullah SAWW bersabda: "Aku adalah kota hikmah dan Ali adalah pintunya." Hadis ini dapat Anda baca di dalam:
1. Manāqib Ali bin Abi Thalib, karya Al-Maghazili Asy-Syafi'i, hal. 86, hadis ke-128.
2. Fathul Mulk, karya Al-Maghribi, hal. 26, cet. Mesir; hal. 59, 42, dan 43, cet. Al-Haidariyah

Rasulullah SAWW bersabda: "Ali adalah pintu ilmuku, dan penjelas risalahku terhadap ummatku sesudahku; Mencintai Ali adalah iman dan membencinya kemunafikan...". Hadis ini terdapat di dalam:
1. Fathul Mulk Al-'Āli, karya Al-Maghribi, hal. 18, cet. Al-Azhar; hal. 47, cet. Al-Haidariyah.
2. Al-Ghadīr, karya Al-Amini, juz 3, hal. 96.
3. Kanzul 'Ummāl, juz 6, hal. 156. Hadis ini diriwayatkan karya Ad-Dailami dari Abu Dzar.

Rasulullah SAWW bersabda kepada Ali: "Kamu adalah penjelas terhadap ummatku apa yang mereka perselisihkan sesudahku”. Silahkan rujuk:
1. Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 122; hadis ini diriwayatkan dari Anas bin Malik. Ia mengatakan bahwa hadis ini adalah shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim tetapi keduanya tidak meriwayatkannya.
2. Kanzul 'Ummāl, juz 6, hal. 156. Ia meriwayatkan dari Ad-Dailami dari Anas bin Malik.
3. Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi'i juz 2, halman 488, hadis ke-1008 dan 1009.
4. Maqtal Al-Husein a.s., karya Al-Kharazmi Al-Hanafi, juz 1, hal. 86.
5. Al-Manāqib, karya Al-Kharazmi, hal. 236.
6. Kunūzul Haqā`iq, karya Al-Manawi, hal. 203, cet. Bulaq.
7. Yanābī'ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 182, cet. Istambul.
8. Muntakhab Kanzul 'Ummāl (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 33.

Hadis ini menjelaskan makna firman Allah SWT yang berbunyi: "Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini melainkan agar kamu menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (An-Nahl : 64)
Hadis Tentang Manusia Terbaik

Rasulullah SAWW bersabda: "Ali adalah sebaik-baik manusia. Karena itu, barang siapa yang menolaknya, ia adalah kafir."

Hadis ini terdapat di dalam:
1. Kifāyatut Thālib, karya Al-Ganji Asy-Syafi'i, hal. 245, cet. Al-Haidariyah; hal. 119, cet. Al-Ghira.
2. Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi'i, juz 2, hal. 444, hadis ke: 955, 956, 957, dan 958.
3. Yanābī'ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 246, cet. Istambul; hal. 293, cet. Al-Haidariyah.
4. Muntakhab Kanzul 'Ummāl (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 35.

(Ahlulbaytku/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

Commet Facebook Umum ABNS

 
Copyright © 2014 AHLUL BAIT NABI SAW Powered By AHLUL BAIT NABI SAW.